Allah Hadir bagi Kaum Terpinggirkan

December 17, 2009 kedung5704 Leave a comment
Allah Hadir bagi Kaum Terpinggirkan.jpg

Pdt. Bigman Sirait

BERITA Natal disampaikan malaikat kepada gembala di adang. Ini sangat mena-rik, sebab dalam tradisi Yahudi, gembala disebut sebagai orang berdosa, karena dinilai sebagai pekerja yang tidak jujur. Ada pun orang berdosa lain dalam tradisi Yahudi antara lain: pemungut cukai. Mereka disebut berdosa ka-rena memungut cukai atau pajak dari warga Israel, saudara sendiri, untuk diberikan kepada orang Romawi sebagai penguasa waktu itu. Pemungut cukai dianggap pengkhianat. Pendosa ketiga adalah penyamak kulit dan seje-nisnya karena pekerjaan mereka dianggap hina dan busuk. Orang Samaria juga disebut berdosa, karena dianggap paling bawah menurut ukuran orang Yahudi. Samaria adalah bagian dari Israel yang dianggap murtad atau meninggalkan Tuhan.
Orang berdosa dianggap tidak berhak atas hal-hal yang indah, dan tidak mungkin mendapatkan sesuatu kesempatan sorgawi. Na-mun berita tentang Yesus yang lahir itu, kedatangan Sang Mesias, Juru Selamat, justru diberitakan kepada para gembala. Menurut istilah kita, ini jelas “nyeleneh”. Sebab bukankah seharusnya be-rita mahapenting itu disampaikan kepada para imam? Karena imam adalah orang-orang hebat, ekse-kutif luar biasa yang punya hak membuat keputusan. Imamlah yang menentukan seseorang ber-dosa atau tidak, atau sebaliknya menyatakan sudah diampuni, dan menentukan ke mana arah perjala-nan sinagoga. Sebagai pemuka masyarakat yang paling bergengsi, suci, seharusnya para imamlah yang pertama dan berhak mende-ngar berita bahwa Allah telah datang ke dunia dan menjadi sama dengan manusia. Tetapi malaikat justru menyampaikan berita itu kepada gembala yang notabene disebut orang berdosa. baca selengkapnya…
Categories: Allah?, Hadir, Kaum, Terpinggirkan, bagi

Kesulitan Itu

December 17, 2009 kedung5704 Leave a comment
Kesulitan-Itu.jpg

Victor Silaen
(www.victorsilaen.com)

PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali bereaksi cepat dan tegas. Ia menegaskan bahwa berita-berita yang beredar soal adanya aliran dana Bank Century ke tim politik-nya adalah informasi yang keliru dan merupakan fitnah yang merugi-kan dirinya. Tetapi, mengapa ia yang harus repot-repot memban-tah? Mengapa bukan jurubicaranya saja? “Berita itu seratus persen tidak benar dan merupakan fitnah luar biasa yang perlu diselesaikan supaya keadilan ditegakkan,” kata-nya dalam acara Peringatan Hari Guru Nasional 2009 dan HUT Persa-tuan Guru Republik Indonesia ke-64 di Jakarta, 1 Desember lalu.
Menurut Yudhoyono, rakyat ber-hak mendapatkan informasi yang terbuka dan sebenar-benarnya soal kasus Bank Century. Ia mendu-kung proses supaya persoalan yang mendapat perhatian luas publik itu terbuka secara terang dan jelas. “Saya prihatin dengan berita yang beredar yang tidak berlandaskan kebenaran. Saya nilai berita itu fitnah. Berita itu sudah keterla-luan,” katanya lagi.baca selengkapnya..
Categories: Itu, Kesulitan

Mengapa Yesus Lahir 2.000 Tahun Silam?

December 17, 2009 kedung5704 Leave a comment
Mengapa Yesus Lahir  2.000 Tahun Silam.jpg

Pdt. Bigman Sirait

Pak Pendeta, kalau menurut hitungan-hitungan kita, Yesus datang ke dunia ini kurang-lebih 2.000 tahun silam. Bilangan ini tentu “kecil” jika dibandingkan dengan usia alam semesta atau sejarah peradaban umat manusia yang sudah berbilang jutaan tahun. Bahkan Yesus lebih “muda” dibanding Adam, Abraham, misalnya. Saya sering bertanya-tanya dalam hati, terutama pada saat-saat merenung di hari Natal begini: kenapa ya Tuhan baru hadir ke dunia ini 2.000 tahun silam. Di sini saya tidak dalam posisi menanyakan hal ini kepada Pak Pendeta, sebab saya pun sadar betul kalau ini adalah mutlak misteri Allah pencipta alam semesta. Yang ingin saya tahu adalah bagaimana pendapat Pak Pendeta tentang “pemikiran” saya di atas. Sekian dan salam hormat dalam suasana Natal.
Benget Parda
Pekanbaru

BENGET yang dikasihi Tuhan, bagaimanapun juga hal ini memang bisa jadi ganjalan dalam pemikiran kita. Pertanyaan “mengapa” selalu menggelitik untuk menemukan jawabannya. Mari kita coba telesuri dengan teliti. Berapa umur bumi, kita tak tahu, karena kitab Kejadian tidak menje-laskannya pada kita. Dikatakan dalam Kejadian 1:1, bahwa pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Kapan mulanya itu, tak jelas, tapi yang pasti setelah itulah baru kita mengenal konsep hari dalam tenggang waktu pagi dan petang. Nah, jadi kita tidak tahu umur bumi secara tepat, karena memang itu bukan pesan utama Alkitab. Hakekat bumi yang diajarkan pada kita adalah, bahwa bumi ciptaan Allah, milik Allah dan Allah-lah pemeliharanya yang berdaulat atas bumi. Yesaya 40: 22 mengatakan: “Dia yang ber-takhta di atas bulatan bumi yang penduduknya seperti belalang, Dia yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman”. Dari penjelasan itu tahulah kita bahwa Allah menciptakan bumi ini bulat, dan betapa dahsyatnya Allah sang pencipta itu.baca selengkapnya…
Categories: 2.000, Lahir, Mengapa, Silam, Yesus, tahun

Komunikasi Selalu Berakhir dengan Pertengkaran

December 17, 2009 kedung5704 Leave a comment
Komunikasi Selalu Berakhir dengan Pertengkaran.jpg

Bersama:
Bimantoro Elifas

Konselor yang saya hormati, usia pernikahan kami 2 tahun dan memiliki anak kembar. Saat ini saya sedang mengalami kesulitan dalam hal relasi saya dengan istri. Setiap kali berkomunikasi selalu saja berakhir dengan pertengkaran. Kesulitan ini terjadi sejak usia pernikahan 6 bulan, saat istri sedang hamil. Saat itu saya juga mendapatkan promosi dalam pekerjaan, yang membuat saya sering melakukan perjalanan ke luar kota secara rutin.
Akhir akhir ini pertengkaran semakin sering di mana istri merasa saya sudah tidak lagi memperhatikan dia. Bahkan beberapa waktu lalu dia sempat mencoba melakukan bunuh diri. Sejak itu saya selalu khawatir dan mencoba mengalah, bahkan saya meminta kepada atasan untuk mengurangi perjalanan ke luar kota, dan berupaya mengantar dan menjemput istri ke tempat pekerjaannya.
Tapi upaya saya rasanya sia sia, karena istri semakin menunjukkan sikap ketakutan ditinggal yang berlebihan, dan mengungkit-ungkit permasalahan di masa lampau, yang akhirnya memicu kemarahan saya. Saya tidak bisa lagi menahan diri apalagi tekanan pekerjaan juga membuat saya lelah.
Mr. G
Jakarta

baca selengkapnya…

Pola Baru Penutupan Gereja

December 17, 2009 kedung5704 Leave a comment
Pola Baru Penutupan Gereja.jpg

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kini tangan pemerintah digunakan untuk menutup gereja.

DIBANDING tahun-tahun sebelumnya, peristiwa penutupan, pembakaran dan pencabutan ijin pendirian gereja di tahun 2009 ini relatif lebih sedikit. Sejak Januari hingga Desember tahun ini, angka perusa-kan maupun pencabutan ijin tak menembus angka sepuluh. Bahkan yang sempat diwartakan REFOR-MATA tak lebih dari 4 kasus. Peristiwa pertama terjadi pada 27 Maret 2009 ketika Wali Kota Depok, Jawa Barat mencabut ijin mendirikan bangunan (IMB) rumah ibadah dan ruang serba guna HKBP Cinere, Depok. Keputusan yang dilatari oleh desakan seke-lompok massa Islam itu, memba-talkan IMB yang telah dikantongi gereja tersebut pada 13 Juni 1998. HKBP memang telah memperoleh IMB No. 453.2/229/1998 dari Pemerintahan Kabupaten Daerah Tingkat II Bogor untuk tempat ibadah dan ruang serba guna.
Tapi pihak HKBP kemudian mengajukan Nur Mahmudi ke PTUN Bandung. Sidang yang dige-lar sejak 17 September 2009 itu akhirnya memenangkan HKBP Cinere dan meminta Wali Kota men-cabut keputusannya. Atas putu-san hakim yang diketuai A. Syaifullah, SH., pihak Nur Mahmudi menyatakan naik banding.
Peristiwa kedua terjadi atas HKBP Parung Panjang, Kabupaten Bogor. Pada 21 Juli 2009 silam, atas perintah Bupati Kabupaten Bogor Rachmat Yasin, lima truk satpol PP, dua truk polisi ditambah belasan polisi militer membongkar gereja HKBP yang masih berupa bangu-nan darurat. Alasan pembong-karannya, karena bangunan itu tidak memiliki IMB. Yang menarik, Kepala Desa Parung Panjang Gaston Kusnadi yang merupa-kan aparat yang paling dekat dengan masyarakat setempat tidak mengetahui rencana pembongkaran tersebut dan berusaha menghalanginya.
Tapi “pasukan pembongkar” itu tetap melakukan pembong-karan. “Rasanya sangat berle-bihan. Untuk membongkar rumah ibadah darurat seperti itu, kok bisa mendatangkan pasukan sebanyak itu,” komen-tar seorang warga setempat.baca selengkapnya…
Categories: Gereja, PENUTUPAN, Pola Baru

Ketika Pagar Makan Tanaman

December 17, 2009 kedung5704 Leave a comment
Ketika Pagar Makan Tanaman.jpg

Seharusnya menjadi pelindung, malah menjadi pelindas kebebasan umat mengekspresikan keyakinannya.
Apa yang dilakukan?

BEBERAPA peristiwa menindasan hak beribadah melalui pelarangan pemba-ngunan rumah ibadah yang terjadi selama 2009, memperlihatkan peran dalam proses pelanggaran salah satu hak asasi manusia itu. Bukan sekadar membiarkan saat sekelompok massa berencana dan melakukan pelarangan pendirian atau penghancuran rumah ibadah – seperti sering terjadi dalam pe-riode-periode lalu – tapi menam-pilkan diri sebagai salah satu aktor pentingnya.
Pencabutan IMB yang telah diberikannya dengan alasan keamanan yang berhulu pada teror sekelompok orang, merupakan bukti pengkhianatan terhadap tugas kepemerintahan. Ibarat pagar makan tanaman: Pemerintah yang seharusnya menjadi pelin-dung masyarakat dalam beribadah, malah memangsai hak masyarakat untuk beribadah!

Inkonsisten
Alasan utama pencabutan kem-bali IMB gereja, adalah karena tidak memenuhi beberapa ayat dalam Peraturan Bersama (Perber) Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No. 9 Tahun 2006 dan No. 8 Tahun 2008 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dalam Peme-liharaan Kerukunan Umat Ber-agama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, dan Pendirian Rumah Ibadat. Yang biasa dikemukakan adalah pasal tentang jumlah dukungan warga. Seperti diamanatkan pasal 14 ayat 2 a dan 2 b, selain memenuhi persyaratan administratif dan persyaratan teknis bangunan, ada persyaratan khusus yaitu (a) daftar nama dan kartu tanda penduduk (KTP) pengguna rumah ibadat paling sedikit 90 (sembilan puluh) orang yang disahkan oleh pejabat setempat sesuai dengan tingkat batas wilayah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (3) dan (b) duku-ngan masyarakat setem-pat paling sedikit 60 (enam puluh) orang yang disah-kan oleh lurah/kepala desa. Hal inilah yang selalu dijadikan alasan utama bagi penolakan pemberian IMB atau malah pemba-talan IMB.baca selengkapnya…

Categories: Ketika, Makan, Pagar, Tanaman

Tanggung Jawab yang Terlalaikan

December 17, 2009 kedung5704 Leave a comment
Tanggung Jawab yang Terlalaikan.jpg

Perber Menag-Mendagri cukup banyak mengatur kewajiban pemerintah untuk memfasilitasi kebebasan beragama. Apa saja itu?

UNDANG-undang Dasar 1945 mengamanatkan bahwa negara menjamin kemerde-kaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-ma-sing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu. Karena itu, seperti ditegaskan dalam “menimbang” dari Perber Menag-Mendagri, pemerintah ber-kewajiban melindungi setiap usaha penduduk melaksanakan ajaran agama dan ibadat pemeluk-peme-luknya, sepanjang tidak bertenta-ngan dengan peraturan perun-dang-­undangan, tidak menyalah-gunakan atau menodai agama, serta tidak mengganggu ketente-raman dan ketertiban umum.

Tugas kepala daerah
Pasal 2 hingga pasal 7 perber yang diteken pada 21 Maret 2006 itu, menegaskan bahwa tugas kepala daerah – mulai dari gubernur hingga lurah – adalah memelihara dan mengusahakan kerukunan antara umat beragama. Dalam pasal 6 ayat 1 e, ditegaskan bahwa salah satu tugas bupati/walikota adalah menerbitkan IMB rumah ibadat.baca selanjutnya…

Bonar Tigor Naipospos, �Pemerintah Tunduk pada Kekuatan Massa!�

December 17, 2009 kedung5704 Leave a comment
Bonar Tigor Naipospos,  �Pemerintah Tunduk pada Kekuatan Massa!�.jpg

Dalam berbagai kasus, tampak bahwa pemerintah tunduk pada desakan massa. Mengapa demikian? Berikut bincang-bincang dengan Wakil Ketua Setara Institut, LSM yang konsern pada kesetaraan, juga dalam bidang kebebasan beragama ini.

Ada IMB gereja yang sudah dikeluarkan, kemudian dibatalkan lagi?
Itu biasanya terjadi karena ada sekelompok masyarakat yang tidak setuju, lalu mereka melakukan aksi penolakan. Kemudian pemerintah daerah mencabut kembali ijin itu. Prosesnya biasanya begitu.

Itu bukti pemerintah kalah terhadap warga?
Bukan oleh warga, tapi oleh massa. Memang monitoring kita (Setara Institut) soal kebebasan beragama memang di banyak kasus, pemerintah kalah dan tunduk pada kekuatan massa. Biasanya mulai dari unjuk rasa dan tekanan massa yang akhirnya me-lahirkan ketidaktenteraman dalam masyarakat. Atas dasar ketidak-tenteraman itu, akhirnya pemerin-tah melarang berdirinya rumah ibadah atau mencabut ijinnya.
Jadi akar ketidakteraman itu sebenarnya bukan kehadiran gereja yang biasanya sebelum mendapatkan ijin sudah lebih dahulu memenuhi persyaratan ad-minstratif dan pesyaratan khusus itu. Tapi karena ulah sekelompok orang yang kemudian memprovo-kasi massa, dicabutlah IMB itu.

Di Bekasi, camat yang pimpin pembongkaran. Di Parung-panjang, Bogor, bupati yang diamanatkan harus memfa-silitasi rumah ibadah, justru dia yang memerintahkan penutu-pan. Bagaimana ini?
Kita selalu mengatakan karena massa, karena tidak adanya duku-ngan dari warga, maka kemudian dijadikan alasannya untuk menutup gereja. Biasanya warga sekitar sudah memberikan ijin, tapi ada saja alasan lain. Misalnya, bahwa warga yang memberikan ijin tadi itu berada dalam kondisi yang tidak benar, pemabok, orang yang tidak punya pekerjaan, lalu karena diberikan uang, lalu memberikan tanda tangan. baca selengkapnya…

Harapan terhadap PGI Tanah Papua Lebih Diperhatikan

December 17, 2009 kedung5704 Leave a comment
Harapan terhadap PGI Tanah Papua Lebih Diperhatikan.jpg
TERPILIHNYA Pdt. AA. Yewangoe sebagai ketua umum Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPH-PGI) dan Pdt. Gomar Gultom sebagai sekretaris umum (sekum) PGI periode 2009-2014 dalam Sidang Raya ke-15 PGI di Mamasa, Sulawesi Barat, 22 November 2009 lalu, oleh banyak kalangan Kristen dinilai tepat. Seperti dikemukakan Pdt. Ferry M. Kakiay, M.Th., keduanya adalah pasangan yang tepat. “Pdt. Yewa-ngoe adalah sosok yang berani, cerdas, bersahaja, dan bijaksana. Sementara Pdt. Gomar adalah sosok muda yang rendah hati, energik dan mau bekerja. Oleh karena tipikal itulah maka keduanya dipakai Tuhan untuk dapat mela-yani dengan baik,” ujar Pdt. Ferry.
Karena kedua pimpinan baru yang terpilih itu tepat, maka diha-rapkan kinerja kerja PGI selama lima tahun mendatang ditingkatkan lagi. “Sebelumnya, kinerja kerja PGI memang sudah bagus. Hanya memang kinerja kerja itu perlu dioptimalkan lagi. Kita harapkan dengan kepengurusan yang baru ini ada kemauan baru untuk menata kembali kinerja PGI,” lanjut sekretaris umum Badan Pekerja Harian Gereja Bethel Indonesia (BPH-GBI) ini.
Harapan Pdt. Ferry pada pimpi-nan MPH PGI ini berlandas pada masalah-masalah yang terus menyentuh kehidupan gereja dan menggerogoti pluralitas bangsa. Secara internal, PGI diharapkan ada kemauan untuk mengayomi sinode-sinode yang ada di Indonesia. Tindakan pengayoman itu penting agar secara bersama-sama berjuang mewujudkan kasih Allah pada semua orang de-ngan berupaya memenuhi kebutuhan jemaat di daerah manapun di Indonesia. “Keti-dakbersatuan sinode-sinode gereja menyebabkan pelayanan gereja terhadap jemaatnya tersendat,” ujarnya.baca selanjutnya…

Setiap Gereja Ditutup, PGI Selalu Bersuara

December 16, 2009 kedung5704 Leave a comment
Setiap Gereja Ditutup,  PGI Selalu Bersuara.jpg
SESUAI harapan, Sidang Raya PGI ke-15 di Mamasa, Sulawesi Barat, 17-24 November 2009 berlangsung aman. Evaluasi terhadap kinerja Majelis Pekerja Harian (MPH) lima tahun sebelumnya dinilai baik oleh gereja-gereja dan laporan pertanggung-jawaban diterima secara aklamasi.
Sebagai sidang raya yang amat menentukan sekali dalam masa lima tahun bagi persekutuan gereja-gereja oikumenis di Indonesia, saat itu dirumuskan tema yang menjadi landasan program kerja PGI lima tahun mendatang. Seperti dike-mukakan Pdt. AA Yewangoe, program kerja PGI 2009-2014 berge-rak di bawah tema, “Tuhan itu Baik kepada Semua Orang”, dengan sub tema, “Bersama-sama Seluruh Komponen Bangsa Mewujudkan Masyarakat Majemuk Indonesia yang Berkeadaban, Inklusif, Adil, Damai, dan Demokratis.”